Dec 10
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.
What to do when career is down?
As we all know, life is a roller-coaster. Kadang kita diatas dan kadang kala juga dibawah. Begitu juga dengan karir. Banyak kesempatan dimana karir kita jalan di tempat, atau bahkan failed to the ground. Apabila anda adalah freelancer seperti saya, kosongnya order adalah suatu hal yang sangat… sangat menakutkan. Apalagi dengan adanya tanggung-jawab yang harus dipikul. Ketidakjelasan kapan situasi ini akan berakhir tentu membuat segalanya menjadi rumit.
Pada saat ini, saya sedang mengincar tawaran karir di luar negri, yang mana memaksa saya untuk tidak memperpanjang kontrak dengan klien terakhir, demi berfokus untuk merealisasikan rencana tersebut.
Bad strategy, I must admit.
Tapi ini membuka wawasan baru bagi saya dan memberikan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya -karena kesibukan pekerjaan- tidak bisa saya lakukan. Saya memilih untuk stay on the positive side and do something with my spare time. And I’d like to share it with you guys.
[ get in touch with your relatives ]
Isolating is definitely not a good thing to do, even when you are jobless. Singkirkan jauh-jauh rasa malu dan tidak perlu di sembunyikan. Just be honest and enjoy your time with them. Dengan waktu yang ada dan fokus yang tidak tertuju pada pekerjaan, offer your family or friends some help if they need it. Pasti mereka akan menghargai. Tanpa itu-pun, keluarga dan teman akan apresiasi waktu yang anda luangkan bersama mereka.
[ house chores ]
Spend your time at home, fixing things up and even twist some things around. Selain mengusir kebosanan, perubahan di rumah akan membawa angin segar bagi seluruh anggota keluarga, and you will definitely have fun doing it.
[ get social ]
Partisipasi dalam kegiatan sosial. Bantu mereka yang membutuhkan, atau simply do something for your neighborhood. Remember: give, and you shall receive.
[ educate yourself ]
Waktu adalah sesuatu yang dimiliki apabila sedang tidak memiliki pekerjaan. Go and educate yourself. Read books, hit web blogs, watch the freakin’ discovery channel if you must.
[ mingle and engage ]
Open yourself to new crowd. Attend events, respond to invitations.. Present yourself. Berbaur dengan orang-orang berarti memperluas networking.
[ review strategy ]
Melakukan berbagai kegiatan diatas bisa saja memberikan kepuasan tersendiri. Namun, tidak mungkin kita selama-nya menganggur, bukan? Lakukan investasi mungil dengan membeli buku catatan (dalam hal ini untuk saya, kertas A4) dan tulis strategi apa selanjutnya yang akan dilakukan. Kemana karir akan dibawa. Kebebasan dalam memilih jalur karir menjadi semangat sendiri. Lalu present hasil tersebut dengan orang-orang terdekat untuk melihat visibility rencana tersebut.
You see, tidak perlu panik dan terkungkung dalam kesedihan dan ketakutan. The wheels are always in rotation, that’s how life works. And we just have to live with it. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal hal tersebut.
The choice is yours.
Got anything to add to the list? Hit the comment form and let’s discuss it. You do believe in the power of sharing, do you? ;)

1206551_58208021

image credit: sebarex

As we all know, life is a roller-coaster. Kadang kita diatas dan kadang kala juga dibawah. Begitu juga dengan karir. Banyak kesempatan dimana karir kita jalan di tempat, atau bahkan failed to the ground. Apabila anda adalah freelancer seperti saya, kosongnya order adalah suatu hal yang sangat… sangat menakutkan. Apalagi dengan adanya tanggung-jawab yang harus dipikul. Ketidakjelasan kapan situasi ini akan berakhir tentu membuat segalanya menjadi rumit.

Pada saat ini, saya sedang mengincar tawaran karir di luar negeri, yang mana memaksa saya untuk tidak memperpanjang kontrak dengan klien terakhir, demi berfokus untuk merealisasikan rencana tersebut.

Bad strategy, I must admit.

Tapi ini membuka wawasan baru bagi saya dan memberikan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya -karena kesibukan pekerjaan- tidak bisa saya lakukan. Saya memilih untuk stay on the positive side and do something with my spare time. And I’d like to share it with you guys.

Having fun is, off course, something that we can do, tapi saya tidak membahas hal itu karena, ya, semua juga tau! :)These are the things that comes to my mind, and don’t hesitate to add yours.

[ get in touch with your relatives ]

Isolating is definitely not a good thing to do, even when you are jobless. Singkirkan jauh-jauh rasa malu dan tidak perlu di sembunyikan. Just be honest and enjoy your time with them. Dengan waktu yang ada dan fokus yang tidak tertuju pada pekerjaan, offer your family or friends some help if they need it. Pasti mereka akan menghargai. Tanpa itu-pun, keluarga dan teman akan apresiasi waktu yang anda luangkan bersama mereka.

[ house chores ]

Spend your time at home, fixing things up and even twist some things around. Selain mengusir kebosanan, perubahan di rumah akan membawa angin segar bagi seluruh anggota keluarga, and you will definitely have fun doing it.

[ get social ]

Partisipasi dalam kegiatan sosial. Bantu mereka yang membutuhkan, atau simply do something for your neighborhood. Remember: give, and you shall receive.

[ educate yourself ]

Waktu adalah sesuatu yang dimiliki apabila sedang tidak memiliki pekerjaan. Go and educate yourself. Read books, hit web blogs, watch the freakin’ discovery channel if you must. Or even subscribe to some classes.

[ mingle and engage ]

Open yourself to new crowd. Attend events, respond to invitations.. Present yourself. Berbaur dengan orang-orang berarti memperluas networking.

[ review strategy ]

Melakukan berbagai kegiatan diatas bisa saja memberikan kepuasan tersendiri. Namun, tidak mungkin kita selama-nya menganggur, bukan? Lakukan investasi mungil dengan membeli buku catatan (dalam hal ini untuk saya, kertas A4) dan tulis strategi apa selanjutnya yang akan dilakukan. Kemana karir akan dibawa. Kebebasan dalam memilih jalur karir menjadi semangat tersendiri. Lalu share hasil tersebut dengan orang-orang terdekat untuk melihat visibility rencana tersebut.

You see, tidak perlu panik dan terkungkung dalam kesedihan dan ketakutan. The wheels are always in rotation, that’s how life works. And we just have to live with it. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal hal tersebut.


The choice is yours.


Got anything to add to the list? Hit the comment form and let’s discuss it.

You do believe in the power of sharing, do you? ;)

Added note:

Kalau anda freelancer dan mau sukses, jangan sungkan kontak one of my role model, Glenn Marsalim. The God Father of freelancer in Indonesia.. ;)

Tagged with:
Dec 09
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.

Microphone

image credit: LittleMan

[ WHY COMPANIES SHOULD NOT BE AFRAID OF SOCIAL MEDIA ]
Setelah mengetahui apa yang bisa dihasilkan strategi Social Media untuk bisnis, ada baiknya mengetahui fakta bahwa banyak dari pemilik bisnis masih takut untuk melaksanakan strategi tersebut. Kenapa?

Ini sebagian dari alasannya:

  • Fear
  • Lack of experience
  • Ignorance
  • Waiting for ROI
  • Lack of Resources
  • Unwilling to be transparent
  • Lack of time
  • Confusion
  • No Money
  • Unawareness
  • No expertise
  • Lack of leadership
  • Terrified of feedback/truth
  • The “newness” of  it, going to wait.
  • High degree of skepticism


Let me break it down to you:
> Employees will waste time on Social Media
Banyak perusahaan yang block akses internet ke berbagai platform Social Media. Bukan langkah yang baik. Karyawan adalah aset yang sangat penting untuk di activate sebagai brand ambassador, yang kemungkinan besar sudah (dengan sukarela) menjadi brand ambassador tanpa di komando. Let them have a sense of belonging to your company, moreover, to the Social Media campaign. Yang terbaik untuk dilakukan adalah menunjuk officer dimana para karyawan dapat report apa saja yang mereka rasa penting. Data ini bisa menjadi sangat vital.

Lagipula, dengan smart phone yang berkembang pesat, BlackBerry yang telah menjadi gadget komunikasi sosial (bukan lagi business device seperti dulu), akses ke Social Media tidak dapat lagi terbendung. Why wasting time and energy controlling them while what we can actually utilize and monitor their Social Media activities?

> Haters will damage our brand
Pasti, ini adalah kekhawatiran pertama yang mungkin dirasakan business owners. “Gimana kalo orang-orang malah berbicara buruk tentang brand kami, bukankah itu malah merugikan?”

Suka atau tidak, pembicaraan mengenai produk sudah terjadi, baik dan buruk. Ketika orang berbicara buruk mengenai produk, hal pertama yang perlu dilakukan adalah analisa apakah yang dikatakan itu memang benar? Apabila ya, maka seharusnya orang tersebut diberikan terimakasih. Perusahaan kemudian dapat mengambil action dengan memperbaiki lini produk tersebut.

Dan apabila tidak, maka ada kemungkinan orang tersebut salah persepsi, atau mungkin malah tidak mengetahui, misalnya, cara yang benar menggunakan produknya. Disinilah Social Media officer dapat melakukan tugasnya, dan jangan lupakan peran brand ambassadors. Mereka akan menjadi aset yang tidak ternilai dalam situasi seperti ini.

Jason Falls said: “If you provide value consistently and build relationships with people, the nay-sayers eventually go away. If you build enough relationships, your community will shut them up for you.”

> We’ll lose control of the brand
Setiap orang dengan keahlian sedikit-pun dapat mengungkapkan opini-nya mengenai produk anda. Mereka sudah berbicara, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk memberhentikan hal tersebut.

Give it up!

Controlling what’s being said is the opposite of a good Social Media strategy. Telling them they’re wrong is also an awful strategy. Hal yang terbaik adalah untuk influence hal-hal negatif kearah positif.

> Social Media requires a real budget! It’s not really cheap, or free
Mayoritas tool Social Media dapat digunakan secara gratis, mengetahui bagaimana menggunakan, meng-eksploitasi dan optimalisasi membutuhkan pengetahuan, pengalaman dan perspektif tersendiri.

Having a Twitter account doesn’t make you an expert. Having 1,000 friends on Facebook doesn’t make you an expert as much as standing in a garage makes you a car. Diperlukan kemampuan adaptasi berkomunikasi di berbagai platform yang ada, passion dalam mengikuti berbagai perkembangan di dunia Social Media dan memiliki network yang kuat dengan sesama Social Media practitioners.

> Afraid of giving-away company secrets
Satu yang penting untuk dilakukan perusahaan: Menerbitkan kebijakan Social Media.

Apabila di review kembali, melakukan implimentasi Social Media akan lebih banyak memberikan keuntungan dibanding rugi-nya. It’s just the matter of how you plan and execute it. Hire Social Media consultant to make sure your have it done correctly. Sebagai business owner, tentu anda terbiasa mengambil resiko dan merencanakan risk management. So why wait? Remember, the train is leaving, with or without you.

Tagged with:
Dec 07
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.

chess by nestorgalina

image credit: Nestor Galina

[ WHAT CAN SOCIAL MEDIA DO FOR YOUR BUSINESS ]

“Okay, lalu apa yang bisa dicapai apabila perusahaan saya ikutan Social Media?” adalah pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika berbicara mengenai implimentasi strategi Social Media ke perusahaan. Dan ini bukan-lah merupakan pertanyaan silly, karena ketika berkaitan dengan strategi bisnis, tentu semua detail menjadi sangat penting. Tidak ada entrepreneur yang mau salah langkah hanya karena ikuta-ikutan tren, bukan?

> Find and activate brand ambassadors
Salah satu kegunaan dari Social Media adalah kemudahan dalam melakukan ‘viral marketing’. Dalam perkembangan pasar, saat ini orang lebih percaya terhadap informasi yang didapat dari orang yang dikenalnya, dan bukan dari iklan.

Brand ambassador dalam hal ini adalah sesama pengguna Social Media tools, seperti teman/fans di Facebook, followers di twitter atau pembaca blog. Membangun kerjasama dengan para brand ambassador tidak melibatkan uang bayaran (fee). Lebih jauh lagi, tidak disarankan untuk memberikan kompensasi materi dalam bentuk apapun kepada para brand ambassadors yang akan influence opini mereka. Independence mereka-lah  yang justru akan membuat hubungan berhasil.

Bangun mutual relationship dengan mereka melalui engagement. Libatkan mereka dalam pembangunan/persiapan produk baru, supply mereka dengan first-hand information, akses ke kultur perusahaan dan lain sebagainya.

> Find and help those who are having difficulties with your brand
Sama seperti brand ambassadors, dalam menggunakan Social Media pasti akan menemukan orang-orang yang mendapatkan kesulitan atau masalah dengan produk perusahaan. Jadikan Social Media telinga untuk capture pelanggan yang sedang bermasalah dengan produk, dan kemudian bantu melalui platform yang sama dimana keluhan disampaikan.

Perusahaan dapat memilih untuk hanya listen untuk kemudian meng-komunikasikan berbagai fakta ini dengan internal perusahaan guna melakukan perbaikan, atau jump in to the conversation and help them. Ketika memilih untuk turun tangan dan membantu langsung, maka besar kemungkinan produk akan mendapatkan hati sang pelanggan yang kemudian bisa menjadi brand ambassador, dimana ia akan menyebarkan informasi yang baik mengenai produk perusahaan.

> Take advantage of Social Media conversations through systematic monitoring
People are already talking about your brand. Menggunakan tool untuk memonitor berbagai hal yang dibicarakan orang-orang di berbagai platform Social Media, perusahaan dapat secara langsung mengetahui apa yang dibicarakan, seperti: isu yang beredar,  pelanggan yang mengalami masalah dengan produk, pelanggan yang puas terhadap produk dan lain-nya. Data ini yang kemudian dapat digunakan baik untuk berkomunikasi dengan orang tersebut atau untuk dikomunikasikan dalam internal perusahaan.

Tool monitoring juga dapat digunakan untuk mengetahui kesan pengguna terhadap kompetitor dan apa saja yang kompetitor lakukan secara online. Data ini juga akan sangat berguna bagi internal perusahaan, terutama bagian R&D.

> Practice conversational marketing
Social Media bukan meletakkan iklan di berbagai channel online dan berharap orang melihat iklan tersebut. Yang diharapkan dari strategi Social Media adalah melakukan stimulasi agar orang-orang yang menggunakan tool Social Media melakukan pembicaraan mengenai produk dari perusahaan. Good or bad, it doesn’t matter. Yang penting adalah pembicaraan itu terjadi. Selebihnya, peran perusahaan melalui Social Media officer yang akan handle the conversation.

Dari berbagai pembicaraan inilah word-of-mouth marketing akan terjadi. Ini juga yang disebut sebagai bentuk dari Viral Marketing. Let them talk and don’t forget to listen, then engage.

Continue reading »

Tagged with:
Sep 30
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.

Bia-Lucs - Splashes

Seriously, saya yakin bukan satu-satunya yang merasa bahwa anak kecil memiliki tingkat kreatifitas yang begitu tinggi, orisinal dan sangat fokus. Baik dari pikiran, perbuatan, maupun karya, mereka memperlihatkan apa yang sedang ada dalam diri, yang merupakan ekspresi dari pengalaman yang mereka lalui.

Waktu anak-anak main, contohnya, mungkin kita merasa geli melihat bagaimana mereka bermain ‘pura-pura jadi Princess’, atau ‘ceritanya aku ini-itu’. Khayalan yang tidak terbatas dan tidak mengenal kata malu.

Inilah yang justru hilang ketika orang menjadi dewasa. Segala doktrin yang mengatakan bahwa orang dewasa harus bisa menjaga sikap dan tidak lagi bermain seperti anak kecil sudah merenggut sebagian kreatifitas kita. Apakah betul doktrin-doktrin tersebut harus kita ikuti, karena ‘tanggung-jawab’ sebagai orang dewasa? Lalu kenapa doktrin tersebut bisa memakan kreatifitas kita?

Here is why:

  • Anak-anak hidup pada masa kini… sekarang, bukan besok atau kemarin, atau bahkan satu jam dari sekarang.
  • Tidak mengenal gengsi
  • Tidak ada batas imajinasi
  • Mereka membiarkan diri hilang dalam permainan
  • Anak-anak berkarya tanpa struktur dan peraturan
  • Selalu ingin tahu, selalu bertanya dan mencoba
  • Mereka selalu bangga dengan apa yang dihasilkan

Banyak yang dapat kita pelajari dari anak kecil. Kepolosan dan ketidakpedulian mereka terhadap apa yang akan dihasilkan justru melepaskan dari berbagai-macam self-expectation, bahkan yang lebih rumit lagi: social expectation.

Let yourself loose sometimes. Be a child, with all their non-sense. Be creative, let yourself free from all expectations and structure. Dalam berkarya, saya yakin ini akan membantu. Cobalah latih dengan bermain bersama anak-anak. Ikuti permainan mereka, jangan pedulikan lingkungan sekitar dan benar-benar jiwai permainan tersebut. Tanpa takut, tanpa gengsi.

The list is yours to add, or just let me know if it helps!

Posting ini di inspirasi oleh Leo Babauta, klik disini untuk melihat original post di Zen Habits.

Tagged with:
Jul 24
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.

IMG_0230

Perkembangan karir belakangan ini membuat saya bisa lebih sering bekerja di rumah. Banyak kok hal-hal yang saya rasa cukup bermanfaat dengan bekerja di rumah ini. Saya jadi lebih leluasa meluangkan waktu dengan keluarga, itu satu. Selain itu juga, dan ini sangat penting, tidak perlu meluangkan waktu lama di jalanan. Crap, biasanya saya sampai kantor itu sudah mendulang stress cukup tinggi karena semrawutnya jalanan dan tipe berkendara orang-orang di Jakarta. Belum macet, panas dan parkir yang kadang susah.

Tapi dibelakang semua luxury itu, ada kompensasi yang harus dihadapi. Kebebasan yang didapat membuat saya harus meningkatkan disiplin diri. Harus. Hal itu sudah menjadi sebuah komitmen terhadap perubahan ini.

Ini beberapa hal yang saya sesuaikan, supaya produktifitas tidak terganggu dengan bekerja dari rumah:

Rise up and dress up!

Tidak. Bekerja dirumah bukan artinya saya leluasa untuk tidur sampai siang.

Saya membiasakan untuk menetapkan jam berapa saya harus mulai kerja. Dalam hal ini adalah jam 08:30.
Saya tetap bangun pagi untuk menemani anak-anak sebelum pergi sekolah. Kemudian saya gunakan waktu untuk melakukan update kegiatan online saya, terutama email, Feed reader, Twitter dan Facebook. Disini saya mendapatkan keleluasaan yang cukup berbeda dibanding waktu masih pergi ke kantor, yaitu waktu update jadi lebih lama. Saya juga sempat untuk browsing content dan mencoba beberapa tools online baru.

Put on a decent outfit. Jangan pakai piyama pula. Saya memang tidak menggunakan jas dan dasi, saya selalu menggunakan pakaian yang nyaman bahkan ketika waktu masih berkantor. Bekerja dirumah, saya menggunakan pakaian yang sama ketika masih pergi ke kantor setiap hari. It keeps me motivated. And be on-time. Get to your desk at the given time. Bekerja dirumah kita tetap pergi ke kantor, bedanya perjalanan ke kantor hanya 5 detik, yaitu dari kamar tidur ke meja kerja

Agenda kerja

Biasakan untuk memiliki rencana apa yang akan dicapai hari ini, and stick with it. Be commited to the plan. Involve someone else to hold you accountable if you feel like you need it.

Beberapa hal yang membuat rencana ini deviate adalah kebebasan dalam menggunakan komputer dan internet. We tend to browse around and kill our time on social networking tools, television, magazines and other stuffs. Sadari pattern tersebut dan hindari. Put your mind to the game.

Melibatkan orang rumah dalam hal ini untuk saya sangat membantu. Selain mengingatkan, mereka juga aware terhadap apa yang saya kerjakan dan tidak menganggap adanya saya dirumah berarti bebas untuk mengantar kesana-kemari atau menemani anak-anak bermain. Tentu, karena saya mengatur sendiri jadwal saya, sering saya dapat meluangkan waktu untuk menjemput anak-anak dari sekolah. Tapi itupun saya masukkan dalam rencana harian. Mungkin satu atau dua hari dalam seminggu. Anak-anakpun lebih menghargai keberadaan saya dirumah dan mengetahui bahwa saya bekerja, bukan sedang cuti.

Miliki perangkat pendukung

Usahakan untuk memiliki peralatan pendukung yang mencukupi. Tidak perlu berlebihan. Beberapa equipments yang diperlukan sebagai perangkat standar dirumah antara lain:
- Meja dan kursi khusus kerja
- Stationaries
- Desktop/Notebook computer
- Printer
- Telepon & Fax
- Modem dan jaringan internet

Kebutuhan akan perlengkapan berbeda, bergantung pada profesi dan jenis pekerjaan. Mungkin beberapa perangkat berikut juga perlu untuk disediakan:
- Scanner
- Wireless router
- Writing board
- Filing

Sebaiknya -kecuali banyak duit dan tempat memadai- sediakan perangkat secukupnya, tidak perlu berlebihan. Saya masih menggunakan jasa tempat printing seperti Snapy atau Subur untuk kegiatan print-out yang banyak atau fancy. Saya juga tidak memiliki scanner di rumah, cukup ke tempat-tempat yang menyediakan layanan itu.

Escape plan

Ada kalanya keadaan dirumah tidak terlalu mendukung pekerjaan. Bisa pada saat teman anak-anak main ke rumah atau ada persiapan acara, renovasi dan lain-lain. Pada waktu-waktu seperti ini saya harus bisa untuk mencari alternatif tempat kerja. Di banyak kesempatan, bekerja di kamar-pun bisa menjadi solusi walaupun godaan tidur siang jadi cukup besar. Dilain waktu saya turun ke lobby apartment atau ke taman dan mencari spot untuk bekerja. Atau bisa juga pergi ke kafe terdekat yang tidak terlalu ramai.

Beberapa orang menyarankan untuk menyewa Virtual Assistant (VI). Ini akan sangat membantu untuk fokus ke pekerjaan dan biarkan VI mengorganisasi hal-hal lainnya. Saya sampai saat ini belum merasa membutuhkan Virtual Assistant, but I keep that in mind for future references.

Bekerja dari rumah untuk saya banyak senang-nya dibanding susah. Namun ini karena saya untuk saat ini bekerja sendiri. Memang saya memiliki karyawan, tetapi mereka setiap hari aktif secara ekslusif di kantor klien. Dengan berkembangnya usaha saya kedepan, ketika saya sudah memerlukan karyawan di kantor, maka saya akan memilih untuk mencari ruang kantor yang tidak jauh dari rumah. Bahkan sebisa-nya di lokasi yang dapat saya raih dengan berjalan kaki.

So what do you think?
Do you have anything to add to the list?
Go and hit the comments form.

Tagged with:
Jul 21
Cincopa video hosting solution for your website. Another great product from Cincopa Send Files.

3691255504_83a9962d2c

Seperti yang selalu terjadi di Indonesia, Twitter yang kini sedang trend-pun menjadi sasaran empuk banyak pengguna Internet di Indonesia.

Banyak orang mulai menggunakan service ini dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang ingin coba-coba, Ada yang diracuni teman, atau karena trend itu sendiri. Bisa juga atas alasan sangat serderhana: karena punya Blackberry. Why not? You are paying almost 200k per month for its unlimited data plan anyways, it’s hell of a good reason!

Namun sayang kesederhanaan alasan tersebut diikuti dengan kesederhanaan dalam menyesuaikan kultur.

We know you know how to use Facebook. Congratulations, oh just how modern you are.. Your teacher must be so proud!! But let me tell you one thing, Twitter is not Facebook and Facebook is not Twitter. And it is definitely not the same as SMS.

Saya bukan ahli di Twitter, bahkan saya adalah salah satu late adopters di Twitter. Memang saya telah bergabung sejak Oktober 2008, namun baru aktif tweeting pada bulan Februari 2009.

Ini beberapa yang saya pelajari tentang penggunaan, kultur dan etika Tweeting:

Be short, be simple

Twitter membatasi karakter dalam tiap tweet sebanyak 140 karakter. And that’s the beauty of tweeting. Sesuatu yang Mpok Ati Akan kesulitan untuk menggunakan, tentunya. Tapi simplicity inilah yang justru menjadi keunggulan Twitter.

Choose your words wisely, dan sebisanya biarkan pesan berantai digunakan para penipu. That “1/3, 2/3, 3/3″ is simply not suitable for Twitter. Find other services, like FriendFeed, which offers longer entries. Or go back to Facebook.

Twitter bukan digital diary

Coba baca ini: “jalan masuk kerumah. Makan ah”. Who the hell cares? Add value to your tweets.

Contohnya:
“baru sampe rumah, mau makan. Wah tadi jalanan lumayan macet, kalo bisa hindari Antasari”
It has something that your followers could benefit from. Don’t be an arse and fill up their timeline with your nonsense. It’s rude.

@reply and start engaging

Twitter, seperti juga Facebook, adalah tool online social networking atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Social Media. Ketika melihat sesuatu yang menarik di timeline, Twitter menyediakan fitur @reply. Gunakan fitur ini untuk membalas secara spesifik kepada orang yang bersangkutan. Reply Akan terlihat di timeline orang itu dan juga orang-orang yang following kedua belah pihak.

RT = Retweet

Bisa lihat bahwa saya menempatkan @reply dan RT di judul berbeda?

Ya karena memang fungsinya berbeda. Kita menggunakan RT untuk forward tweets yang menarik untuk dilihat followers kita. Bukan untuk me-reply tweets.

So that would be @reply untuk membalas tweet,
And RT untuk forward tweet. Get it?

Continue reading »

Tagged with:
preload preload preload